Masyarakat Primitif

Masyarakat primitif

Masyarakat primitif disebut juga masyarakat sederhana, di mana perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologinya belum mengalami perkembangan yang berarti, bahkan terbatas hany berhubungan dengan usaha mencari dan menghasilkan bahan makanan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Sehingga hasil produksi yang dihasilkan oleh masyarakat primitif masih sangat rendah. Masyarakat primitif umumnya memiliki mata pencaharian berburu karena belum mengenalnya system jual beli ataupun barter. Sehingga saling ketergantungan antara satu sama lainnya disini hamper tidak pernah terjadi mereka lebih mementingkanmasalah mereka masing-masing.

Masyarakat ini terdiri dari beberapa kelompok yang anggotanya terbatas hanya beberapa puluh sampai beberapa ratus orang saja, bertempat tinggal terpencil jauh dari hubungan dengan masyarakat lain. Masyarakat primitif ini sangat jarang berhubungan dengan masyarakat lain, karena umumnya terisolasi dengan keadaan alam, sehingga sulit untuk dijangkau. Mereka secara turun temurun hampir tidak mengalami perubahan semenjak zaman nenek moyannya hingga sekarang ini. Sulitnya menjangkau kehidupan masyarakat primitif menyebabkan mereka terasing dengan dunia luar, sehingga tidak ada pengenalan terhadap pembelajran membaca dan menulis sehingga pemahaman mereka hanya sebatas pemahaman lisan yang di dapat secara tradisi atau turun-temurun. Kehidupanmereka juga homogen sehingga dan belum banyak terjadi diferensiasi social yang tegas, begitu pula halnya solidaritas masyarakat bersifat solidaritas mekanik dimana setiap anggota masyarakat merupakan bagian-bagian tersendiri yang terlepas dari pekerjaan masing-masing yang hampir tidak berhubungan dengan pekerjaan dengan anggota masyarakat lain.

Selain itu masyarakat primitif juga belum mengenal adanya listrik, biasanya mereka hidup hanya mengandalkan cahaya matahari dikala siang dan malam tiadak ada penerangan sama sekali, mereka juga menganut agama yang telah dianut oleh nenek moyangnya terlebih dahulu agama mereka dapat secara turun-temurun dan jarang sekali ada masyarakat primitif yang mau melanggar apa yang telah digariskan olehnya karena pemikirannya masih sangat kolot, sehingga hal-hal yang diangap tabu menjadi sesuatu yang sangat dipantang oelh mereka. Begitulah sekilas kehidupan masyarakat primitif yang mungkin sampai di zaman globalisasi seperti ini orang-orang seperti mereka masih ada walaupun jumlahnya tidak banyak dan tedapat di daerah tertentu saja.

(Buana Nusa Bandung)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s