KEIKHLASAN MENGUKUHKAN PERSAHABATAN



Kisah ini dimulai pada saaat seorang wanita yang bernama Dina duduk di awal SMA kelas XI, disana ia bertemu dengan seorang teman baru yang bernama Sinta, sebelumnya Dina memiliki teman di rumah bernama Raihan, tak di sangka pertemanan Dina dan Sinta berujung pada persahabatan yang sangat dekat, kemana saja mereka selalu bersama, apapun yang mereka miliki juga hampir sama, sampai-sampai mereka berdua di ibaratkan sebagai anak kembar.

Ketika keakraban itu terjalin, Raihan temanDina dirumah tiba-tiba masuk ked ala kehidupan Dina, hamper setiap hari handphone Dina tak lepas dari sms dan telephone Raihan. Perhatianpun mulai diberikan oleh Raihan hingga akhirnya benih-benih cintapun terjalin di antara keduanya, Raihan mengungkapkan perasaannya kepada Dina dan Dina pun membalasnya, akhirnya komitmen diantara keduanya pun muncul untuk terus bersama dan saling setia.

Adanya moment bahagia itu tak ingin Dina simpan begitu saja, ia ingin segera menyampaikan berita gembira itu kepada sahabatnya Sinta, pada saat bel istirahat Dina pun bercerita kepada Sinta,

“Sin, tahu ga si?” kata Dina.

“Tahu apa?” ujar Sinta,

“Kamu tahukan si Raihan teman aku dulu, akhir-akhir ini aku dekat lho sama dia? Terusssss…….”.

“Terus apa?” kata Sinta, “Terus aku sekarang jadian sama dia”.

“Haaaaah yang bener kamu, waaah selamat ya say tapiiiii….”

“Tapi apa???” Dina penasaran

“Mmmmmm tapi aku gak akan ngerestuin hubungan kamu, kalau kamu gak teraktir aku makan hari ini, hehehehe”

“Huh dasar kamu pikirannya maem mulu, ia tenang aja hari ini aku traktir kamu ko.” Sahut Dina sambil tersipu malu.

Tak terasa waktu telah berlalu dengan cepat, hubungan Dina dan Raihan pun sudah menginjak waktu 5 bulan, selama mereka berkomitmen dan menjalin hubungan tak begitu banyak rintangan berarti yang mereka hadapi, sampai pada suatu saat Santi berulang tahun yang ke-17, dia hendak merayakannya dengan meriah, tak lupa sahabat baiknya turut diundang pada pesta itu. Ketika dikelas sinta lamgsung menyodorkan 2 undangan untuk dina.

“Din ini undangan untuk kamu.”

“Lho ko undangannya 2 Sin yang satu untuk siapa?” dengan bingung Dina bertanya

“Ooh… itu untuk pacar kamu.”

“Oh oke baiklah.”

Tak sedikitpun Dina merasa curiga atau prasangka, mengapa undangan yang diberikan oleh Sinta dua buah.

Acara pestapun tiba, Dina dan Raihan pergi bersama-sama ke rumah Sinta, sesampainya disana rumah Sinta sudah dikerumuni banyak orang, pesta pun dimulai diawali dengan pembukaan, yang dilanjutkan dengan acara makan bersama, pada saat acara makan Raihan terpisah dengan Dina. Dina berusaha mencarinya, namun Raihan tak juga ketemu sampai akhirnya Dina melihat Raihan sedang berada di taman belakang bersama Sinta,Dina melihat Raihan sedang memberikan kado special kepada Sinta yaitu kecupan kening untuk Sinta. Duuuuaaaaaaaarrrrrrr….. melihat kejadian itu Dina langsung terdiam terpaku tak banyak yang ia lakukan, hanya tetesan air mata dan goresan luka yang ia rasakan teramat pedihnya, tak lama setelah itu Sinta menyadari bahwa Dina melihat apa yang ia lakukan bersama Raihan.

Sinta pun menghampiri Dina dan meminta maaf atas kejadian yang baru saja terjadi.

“Din maafin aku, aku sudh mengkhianati kamu, aku sama Raihan sdah deket sejak satu bulan terakhir ini, dan kita sempet ketemu sampai akhirnya aku suka sama dia, diapun juga suka sama aku Din, kita ber dua sengaja ga bilang sama kamu, aku takut kamu malah akan makin kecewa sama aku, Din pliss maafin aku, aku memang bodoh.” Ujar Sinta sambil meneteskan airmata memohon maaf kepada Dina.

Dina pun berkata “Huuuuuffff,” Dina pun menghela nafas mencoba mengihlaskan yang terjadi pada dirinya, dan ia berkata.

“Baiklah kalau kalian saling menyayangi aku rela, aku ikhlas melepas Raihan untuk kamu Sin, aku bahagia melihat kalian berdua bahagia, dan aku akan semakin sedih jika orang yang ku sayangi tidak bahagia bersama ku.” Dina pun langsung pergi untuk pulang, Sinta dan Raihan hanya bias terpaku dan merenungi kesalahan yang mereka perbuat.

Di sepanjang perjalanan pulang pun Dina masih menitikan air mata, merasakan betapa sakitnya dikhianati seseorang yang dicintainya, namun ia selalu optimis bahwa apa yang digariskan untuknya adalah jalan yang terbaik.

Keesokan harinya di sekolah Dina tetap bersikap biasa kepada Sinta meskipun Sinta masih agak canggung dengan Dina, namun Dina meyakinkan Sinta bahwa dirinya baik-baik saja.

“sudahlah Sin, kamu ga usah ga enak sama aku, mungkin Raihan memang bukan jodohku, dia itu jodohnya kamu, iya kan? Heehehe, persahabatan kita jauh lebih penting dari itu Sin, aku ga mau persahabatan yang udah kita bina putus gitu aja. Putus pacar si bias cari lag, tapi kalau putus ama kamu susah nyarinya tahu hehehehe…” sambil bercanda Dina membangkitkan suasana, Sinta pun akhirnya tersenyum dan berkata “Ah kamu bias aja Din.” “ Nah gitu dong senyum” ucap Dina.

Akhirnya mereka pun bersahabat seperti semula, dan lebih bahagia karma pengalaman-pengalaman mereka, dan Dina dapat membuktikan bahwa percintaan dini bukan segala-galanya dalam kehidupan remaja, keikhlasan dapat mengalahkan keegoisan dan persahabatan adalah hal yang paling utama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s