TRADISI TANPA AKHIR DI MUSIM PENGHUJAN

TRADISI  TANPA AKHIR DI MUSIM PENGHUJAN

Banjir, kata it mungkin sudah taka sing lagi bagi sebagian masyarakat di Negara Indonesia, suatu Negara yang kaya akan sumber daya serta lautan yang melimpah ruah, namun ternyata di balik kekayaan alam tersebut tersimpan suatu tradisi yang memilukan hati, tradisi itu adalah banjir.

Sudah beberapa bulan terakhir ini hujan di Indonesia turun dengan waktu yang tak bias ditentukan. Di beberapa kawasan dan sebagian masyarakat Indonesia mungkin datangnya musim hujan adalah suatu keberkahan, karena dengan datangnya air hujan tersebut mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. Namun hal seperti itu tidak sama sekali dirasakan oleh sebagian masyarakat yang lain, masyarakat yang mengalami kebanjiran, rumahnya tergenang air, bakan ada yang sampai mengalami kelongsoran seperti yang terjadi di daerah Kalimantan beberapa tahun lalu. Dalam kejadian ini dua rumah warga tertimpa tanah longsor dimana dalam salah satu rumah tersebut berisi 8 orang, 2 orang telah ditemukan dalam keadaan tewas dn beberapa orang lainnya masih dalam pencarian.

Banjir tidak hanya terjadi di tahun ini saja, tidak hanya terjadi satu kali ini saja bahkan banjir itu sudah terjadi dari puluhan tahun yang lalu dengan sebab dn akibat yang sama, seharusnya pemerintah dapat mengambil pelajaran akan hal itu, menggalakkan semua program yang telah dirancang. Seperti dengan membuat taman kota, pembangunan proyek banjir, pengerukan sampah, serta memberikan penyuluhan-penyuluhan dengan mendirikan posko-posko banjir untuk masyarakat yang mengalami kebanjiran.

Dan bagi seluruh masyarakat seharusnya juga membantu pemerintah dlam menjalankan program yang dirancangnya, jangan hanya pasrah dan berpangku tangan dengan nasib yang ada, setidak-tidaknya dan seminimal mungkin masyarakat seharusnya bias melakukan hal-hal yang dapat mencegah banjir itu dari lingkungan yang terkecil yaitu lingkungan keluarganya seperti halnya membuang sampah pada tempatnya, menanam pohon di pekarangan rumahny. Karena diharapkan dari perubahan yang kecil akan menimbulkan kesadaran untuk menuju ke perubahan yang besar.

Untuk itu mari sama-sama kita sebagai bangsa Indonesia yang mengaku bangka menjadi anak Indonesia sudah sepatutnyalah kita melestarikan dan membudayakan apa yang telah di amanatkan oleh Tuhan kepada kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s