PERTELEVISIAN INDONESIA

PERTELEVISIAN INDONESIA

 

Kemajuan tekhnologi di zaman globalisasi ini sudah semakin maju, begitu juga pertelevisian Indonesia, sebagai media entertaiment masyarakat yang kini juga semakin berkembang pesat, yang ditandai dengan semakin banyaknya station-station televise dari yang hanya satu station yaitu TVRI milik Negara hingga kini menjadi 12 station bahkan  lebih, dan jam tayangnya pun kini juga semakin bertambah hamper 24 jam non stop.

Hal inilah yang membuat para orang tua khawatir dan was-was terhadap putera-puterinya yang masih duduk di bangku sekolah, apalagi bagi anak-anak mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) yang belum dapat membedakan mana yang patut di contoh dan mana yang tidak.

Pertelevisian Indonesia maupun dunia dibuat atau dipertontonkan dengan tujuan selain untuk menghibur juga sebagai sarana pendidikan dan pengetahuan tentang apa yang terjadi di berbagai belahan dunia, namun tidak dipungkiri tayangan pertelevisisna Indonesia lebih banyak menonjolkan sisi hiburan dan kriminalitas dibanding dengan pendidikannya. Hal inilah yang membawa berbagai dampak bagi masyarakat terutama di kalangan pelajar baik tingkat SD, SMP, maupun SMA. Dampak yang ditimbulkan diantaranya terdiri dari dampak positif dan dampak negative, dampak positif dari pertelevisian adalah sebagai sarana hiburan bagi para pelajar agar tidak jenuh dan bosan terhadap segal aktivitas kehidupan yang mereka jalani. Sedangkan dampak negative yang ditimbulkan biasanya lebih besar dari dampak positif nya diantara dampak negativenya adalah adanya pengaruh terhadap mental anak dan pelajar, membuat anak menjadi malas melakukan kegiatan kehidupan terutama belajar, tak dipungkiri dan tak jarang juga anak-anaka terutama pelajar menirukan adegan-adegan yang dipertontonkan karena tak jarang pertelevisisan Indonesia kini banyak yang mempertontonkan pergaulan bebas, seks bebas, serta adegan-adegan kriminalitas seperti tawuran antar pelajar. Hal itulah yang memicu anak-anak dan pelajar untuk meniru apa yang dilihatnya, yang dapat membuat mereka memiliki moral dan akhlak yang rendah.

Untuk itu pemerintah seharusnya lebih menggalakkan dan memilah program-program pertelevisian bagi anak-anak dan pelajar, disamping itu orang tua juga memberikan perhatian lebih terhadap anak-anaknya agar memiliki iman, akhlak dan pengendalian diri yang baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s