“Mengenal Ekonomi Syari’ah”

Resume acara ekonomi syari’ah di salah satu stasiun televisi

 

Hari/Tanggal : Minggu,22 Agustus 2010

Tema : Peran Perbankan Syari’ah dan Kesejahteraan Rakyat

RESUME

Pembicara : Yuslam Fauzi ( Direktur utama bank mandiri)

· Tujuan ekonomi syari’ah secara umum adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat atau biasa disebut indeks pengembangan manusia, karena partikular dari ekonomi syari’ah adalah bank yang bebas bunga.

· Standar yang digunakan oleh dunia untuk mengukur tingkat kesejahteraan rakyat adalah HDI, dan hal-hal yang diukur yaitu :

1. Umur rata-rata suatu masyarakat

2. Pendidikan yang dibagi kedalam

-Tingkat melek huruf

-Tingkat keterdataran masyarakat

3. Tingkat pendapatan perkapita suatu negara

Pengukuran terhadap HDI dilakukan setiap setahun sekali dan diumumkan kepada public. Untuk Indonesia HDI nya masuk ke dalam rengking III dari 182 negara dan itu masih 22% dibawah rata-rata.

· Yang menjadi dasar untuk meningkatkan SDI Indonesia terletak kepada dua faktor :

1. Pendidikan

2. Pendapatan perkapita bank-bank syari’ah

· Hampir 80% fortofolio perbankan syari’ah masuk ke dalam UKM

Kesimpulan:

Keberadaan syari’ah telah berperan untuk mensejahterakan masyarakat dengan ukuran-ukuran yang dilakukan oleh dunia dengan menjaga kestabilan terhadap pemberian modal untuk UKM.

*Potret nasabah

Bapak Seno pemilik toko klontong yang telah memulai usahanya sejak tahun 1963 dengan modal awal 50 juta, karena kemudahan yang di dapat dengan menggunakan bank ekonomi syari’ah kini beliau telah berhasil memperluas usahanya.

Hari/Tanggal : Kamis, 26 Agustus 2010

Tema : SUKUK (Surat Berharga Suatu Negara) dan Pembangunan Ekonomi

RESUME

Pembicara : Dahlan Siamat (Direktor Pembiayaan Syari’ah)

· Metode penerbitan SUKUK dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

* Lelang secara reguler

* Privat Pricement dengan kementrian agama dalam masalah dana haji Indonesia

* Retail yang diadakan setiap tahun

· Kelebihan SUKUK negara yaitu dapat dibeli oleh bank syari’ah, bank konvensional maupun investor asing.

Pembicara : M. Gunawan Yasni

· Perbedaan SUKUK dengan obligasi adalah :

* Obligasi sama dengan surat hutang yang didasarkan akad hutang piutang

* SUKUK syari’ah sama dengan surat berharga syari’ah yang didasarkan atas kekayaan tertentu atau usaha yang disebut juga obligasi syari’ah.

· Dasar dari penerbitan SUKUK negara adalah aset negara namun bukan berarti jaminan, jaminan negara untuk membayar SUKUK dituangkan ke dalam APBN yang setiap tahun dikeluarkan oleh negara.

*Potret nasabah

Ibu Endang seorang konsumen bank mandiri syari’ah mengungkapkan alasan beliau lebih memilih SUKUK bank syari’ah daripada SUKUK bang konvensional adalah karena pinjamannya berbeda dengan investasi lain dan diyakinkan dengan adanya syari”at islam.

Hari/Tanggal : Minggu,29 Agustus 2010

Tema : Asuransi Sosial dan Kesejahteraan Rakyat

RESUME

Pembicara : Hotbonar Sinaga ( Dirut JAMSOSTEK)

· Ciri-ciri JMSOSTEK sosial adalah :

Ø Asuransi sosial bersifat wajib

Ø Memberikan benefit dasar (kecil)

· Harus diselenggarakan oleh perusahaan atau badan usaha negara diantaranya : JASARAHARJA, JAMSOSTEK, TASPEN, ASABRI, PT.ASKES

· Sedangkan ciri-ciri dari JAMSOSTEK syari’ah adalah :

Ø Tidak mengandung riba

Ø Tidak mengandung unsur judi

Yang kesemuanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat seluas-luasnya.

Pembicara : M. Saefi Zen (Reasuransi Nasional Indonesia)

· Perkembangan asuransi syari’ah 3 tahun belakangan ini mengalami kemajuan yang luar biasa, meskipun asuransi syari’ah belum dikenal masyarakat secara luas. Untuk memperkenalkan asuransi syari’ah kepada masyarakat luas dilakukan berbagai cara diantaranya :

Ø Berusaha menstandardisasikan polis-polis asuransi dan memperkenalkan perbedaan antara asuransi sosial dengan asuransi syari’ah

Ø Standarkan agen dengan memberi sertifikat

Ø Dan standar pelaporan

Namun dengan tetap mengutamakan sumberdaya manusia sebagai kunci dari keberhasilan asuransi syari’ah.

Pembicara : Hadi Slamet Rianto ( Direktur Umum KPR)

· KPR syari’ah adalah pembiayaan jual beli tertentu seperti mobil atau rumah yang dibiayai oleh bank dengan proses bagi hasil atau usaha tertentu sebagai cara pelunasannya.

Hari/Tanggal :Kamis,02 September 2010

Tema : Modal Ventura dan Mikro Syari’ah

RESUME

Pembicara : Parman Natatmaja ( Ketua PNM atau Permodalan Nasional Madani)

· Modal ventura hampir sama dengan bagi hasil, kaitannya dengan mikro syari’ah yaitu diwujudkan dengan pembangunan kantor yang berbasis syari’ah

· PNM dalam jangka waktu 1 tahun telah melakukan pembiayaan sebanyak 1,7 triliun dan akan terus mengembangkan unit-unit layanannya di seluruh Indonesia.

· PNM bagi para mikro syari’ah sangat bermanfaat untuk mengembangkan usahanya.

Pembicara : Ighi H. Eshien ( Praktisi Pasar Modal)

· Prinsip modal ventura telah dikembangkan dalam awal SUKUK syari’ah yang mengambil akadnya dengan mudarobah (bagi hasil), Modal ventura yang ada di Indonesia saat ini banyak yang bergerak dalam bidang UKM, dengan mengambil segmen dari masyarakat menengah kebawah.

Pembicara : Ahmad Ramdhani ( PT. Mitra BK)

· PT.Mitra Bisnis Keluarga mengadopsi sistem pola pemberian modal kerja khusus untuk wanita dengan berkelompok yang diberika hanya untuk usaha, dan kini telah membantu lebih dari 200 ribu keluarga.

· Sasaran masyarakat yang dituju adalah masyarakat kelas rendah yang dilihat dari dua sisi yaitu :

v Dari kondisi rumah masyarakat itu sendiri

v Dan unsur pendapatan perkeluarga yang tidak lebih dari 300.000 per bulan.

Semoga dengan banyaknya contoh sukses modal ventura pemerintah akan lebih melihat manfaat dari taktis modal ventura tersebuat (Ighi H.Eshien)

Hari/Tanggal : Senin,06 September 2010

Tema : Rumah Sakit Berbasis Syari’ah

RESUME

Pembicara : Prof. Dr. Dinsyamsudin ( Ketua Umum Muhammadiyah)

· Rumah sakit yang berbasis syari’ah telah mengalami kemajuan yang signifikan, yang kini di Indonesia sendiri telah terdapat kurang lebih 500 rumah sakit yang berbasis syari’ah salah satunya adalah rumah sakit Muhammadiyah. Rumah sakit Muhammadiyah sendiri bukan saja melayani kesehatan masyarakat mampu yang ingin berobat namun juga melayani kaum dhuafa dimana hal tersebut masih sangat jarang dilakukan oleh rumah sakit-rumah sakit konvensional.

· Prinsip dari rumah sakit Muhammadiyah itu sendiri adalah “Kesembuhan datangnya dari ALLAH dan dokter hanyalah sebagai perantara”

· Penyelenggaraan rumah sakit Muhammadiyah bekerjasama dengan bank-bank syari’ah dan modal yang di dapat biasanya dipergunakan untuk :

Ø Membangun bangunan rumah sakit

Ø Membeli alat-alat kesehatan

Ø Dan membeli obat-obat kesehatan yang terjamin kehalalannya.

Pembicara : Bpk.Dr.H.Cecep Permana (Ketua Rumah Sakit Ibu dan Anak)

· Beliau berpendapat bahwa perbedan antara rumah sakit syari’ah dengan rumah sakit konvensional lainnya terletak pada pedoman yang dipegang oleh rumah sakit itu sendiri kalau rumah sakit syari’ah berpedoman kepada Allah dan Al-qur’an serta memiliki misi syari’ah untukl dapat menolong sesama. Itulah yg membedakannya.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s