CERPEN_Cinta yang tak biasa_

Derasnya hujan yang turun membuat Vivi enggan untuk beranjak dari tempat Vivi menuntut ilmu, yaitu sebuah tempat yang bisa disebut dengan rumah kecil namun sangat bersahabat. Di tempat itulah tedapat sekumpulan orang-orang pintar, ya tempat itu adalah sebuah tempat les kecil-kecilan, dan di tempat ini jualah kisah vivi dimulai.

Vivi seorang gadis berkerudung yang manis dan ramah kini tengah duduk di bangku sekolah menengah atas kelas 3, menyadari masa-masa indah disekolah tak lama lagi dan ia harus berjuang untuk kelanjutan pendidikanya mulailah Vivi sibuk untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian nasional maupun ujian memasuki perkuliahan. Vivi memiliki impian sangat ingin sekali dapat berkuliah di salah satu Universitas favoritnya yaitu Universitas Indonesia karna dia merasa mampu untuk dapat berkuliah disana. Untuk mengejar impiannya trsebut Vivi tidak begitu saja beleha-leha dan berpangku tangan ia berusaha untuk melakukan yang hal yang terbaik, mulailah ia mencari tempat les yang dirasa dapat membantu dirinya untuk meraih impiannya.

Setelah mencari beberapa tempat les akhirnya Vivi menemukan tempat yang ia rasa sangat cocok dengan dirinya, tembat tersebut bernama “Bimbingan Belajar sukses UI”, mendengar kata-kata Ui vivi langsung yakin bahwasannya dirinya mampu untuk mengasah kemampuannya di tempat les tersebut, selain itu alasan Vivi untuk les di tempat itu ialah pengajarnya mayoritas berasal dari Universitas Indonesia jadi Vivi merasa bahwa pengajarnya nanti akan bisa membagi pengalaman mereka selama berkuliah di Ui.

Akhirnya pembelajaran pun dimulai, 4 bulan 5 bulan pun berlalu namun pada saat Vivi belajar ada perasaan yang di pendam olehnya perasaan berbeda kepada salah satu pengajar tempat les tersebut memang sebelumnya Vivi sudah mengetahui bahwa pengajar di tempat les yang ia tempati memiliki umur yang tidak berbeda jauh dengan dirinya. Vivi berusaha untuk menyembunyikan perasaan tersebut namun semakin disembunyikan Vivi semakin tidak bisa untuk melupakannya, ia terlalu kagum dengan sesosok pria yang bernama Adi dan biasa dipanggil dengan sebutan Ka’adi oleh Vivi, awlnya Vivi merasa biasa saja dengan kehadiran Ka’Adi namun setelah mengenalnya lebih dalam barulah Vivi sadar bahwa perasaan itu muncul. Seiring berjalannya waktu Vivi berusaha untuk menunjukkan kepada Ka’Adi bahwa Vivi menyukainya, namun teradang Vivi bingung dengan sikap yang diberikan oleh Ka’Adi kepada diriny, terkadang Ka’adi seperti membalas rasa sayangnya kepada Vivi namun disisi lain Vivi merasa bahwa Ka’ adi tidak memiliki perasaan apapun terhadap dirinya.

Suatu hari secara tidak sengaja Vivi mendengar bahwa ka adi ingin segera menikah di usia muda ia mempredksikan bahwa dirinya akan menikah ssekitar 2 sampai 3 tahun lagi dari usia nya yang sekarang, mendengar pembicaraan itu hati Vivi pun langsung merasa bahagia dan menghayal apakah nanti yang akan mendampingi ka adi adalah dirinya. Menghayal seperti itu Vivi pun jadi senyum-senyum sendiri setiap belajar ia hanya melamun membayangkan hal itu akan menjadi kenyataan. Akhirnya mendapat kesempatan dekat dengan Ka adi Vivi pun langsung bertanya kepada Ka’Adi

“Ka apa benar kaka akan menikah diusia muda?” ujar Vivi

Ka adi menjawab “ia dek, kenapa emangnya ? ko tumben yang ditanyakan masalah itu bukan masalah pelajaran ni ? hayo ada apa hayo ?”

Dengan tersipu malu Vivi menjawab “ah kaka bisa aja hehe ga papa ka aku mau tau aja boleh kan?”

“Ya boleh lah dek masa ga boleh si”

“berarti aku ga salah dong ? hehe, emangnya kenapa si kaka ko mau menikah di usia muda? Udah merasa mapan ya ? heheh”

“Ga papa, kaka hanya ingin menjaga diri dari fitnah aja selain itu kaka ingin mengikuti jejaknya sayyidina Ali bin abi thalib yang menikah pada usia muda juga dan kaka yakin kaka ngerasa mampu J

“ow gitu ya kak” mendengar jawaban ka adi membuat Vivi semakin kagum dengan pribadi dan sosok seorang Adi

Kemudain Vivi bertanya lagi, “calonnya sudah ada ka? Siapa ? kenalin dong ke aku”

“kalau calon kaka belom ada ya nunggu allah ngasih jodoh yang pas aja buat kaka” hehe

Perbincangan pun dilanjutkan dengan membicarakan masalah pelajaran.

Hari-hari Vivi diisi dengan kegembiraan karena ia memiliki semangat bahwa ia akan menjadi pilihan hidup kak adi, suatu hari Vivi memberanikan diri untuk mengungkapkan kepadaka’adi bahwa ia menyukainya, tak ada lagi rasa malu karna Vivi yakin bahwa ka adi juga memiliki perasaan yang sama dengan dirinya, suatu hari Vivi menrim surat untuk pertama kalinya kepada Ka’Adi. Isi surat tersebut adalah

Untukmu

Kakak ku tersayang

_Adi_

Assalamualaikum wr wb

Ka adi langsung saja tanpa basa basi lagi aku ingin menyatakan sesuatu sama kaka, tentang perasaan aku sama kaka selama ini, jujur aku sangat kagum dengan kegigihan kaka dalam menuntut ilmu aku juga mejadikan kaka sebagai panutan aku dalam belajar, aku ingin dapat sukses seperti kaka, namun di dalam kekaguman itu aku merasa ada sesuatu yang beda yang aku rasakan sama kaka, aku sayang sama kaka dan aku harap kaka juga memiliki perasaan yang sama seperti halnya yang aku rasakan. Aku ingin kaka menjemputu suatu saat nanti sebgai pendamping hidup kaka. Maafkan aku sebelumnya karena telah lancing untuk menulis surat seperti ini sama kaka tapi aku harus bilang sama kaka aku tidak ingin menyimpan perasaan ini lebih lama lagi, harap kaka mengerti.

Terima kasih juga karna kaka telah meluangkan waktu kaka untuk membaca surt kiriman dari aku.

Wassalam

Vivi

Membaca surat kiriman Vivi Adi pun merasa bersalah kepda dirinya sendiri ia beranggapan mungkin Vivi bisa bersikap seperti ini karna sikap dirinya jua yang terlalu memberi harapan kepada Vivi. Akhirnya Adi pun membalas surat yang dikirim oleh Vivi

Untuk Adikku tercinta

Vivi

Assalamualaikum wr wb

Vivi maaf sebelumnya kaka tidak bisa banyak berkata-kata untuk membals surat kamu, kaka sangat mengerti apa yang Vivi rasakan saat init tapi maaf beribu maaf sebelumnya kaka belom bisa untuk membalas perasaan kamu ke kaka, kaka menganggap kamu sudah seperti adik kaka sendiri yang kaka sayang, maaf sekali lagi kalau ternyata kasih sayang kaka kamu salah artikan. Sampai kapanpun kaka akan terus sayang sama kamu, untuk masalah jodoh kaka serahkan semua sama allah semoga saja kakan dan kamu mendapat yan terbaik. Maafkan kaka sekali lagi.

Wassalam

Adi

Melihat jawaban Ka’Adi Vivi menitikan air mata ia masi tidak bisa menerima apa yang dialami hatinya sangat sakit dan merasa sangat kecewa kepada Ka’adi, namun Vivi pun sadar bahwa sesuatu yang dinginkan belum tentu dapat terwujud sesuai dengan kenyataan, ia sadar betul bahwa saat ini masalah seperti itu harusnya dapat ia menej dan lebih mementingkan masalah pendidikan. Belajar dari pengalamannya itu akhirnya Vivi pun sadar dan semakin giat belajar sampai akhirnya ia berhasil mengapai cita-citanya untuk berkuliah di universitas Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s