Etika Bisnis – “Bisnis yang tidak beretika”

Etika adalah aturan-aturan yang tidak dapat dilanggar dari perilaku yang diterima masyarakat baik itu perilaku “baik” maupun “buruk”. Sedangkan etika bisnis adalah standar-standar nilai yang menjadi pedoman bagi manajer dan karyawan dalam pengambilan keputusan maupun dalam menjalankan bisnis yang beretika.
Pengertian etika berbeda dengan etiket. Etiket berasal dari bahasa Prancis etiquette yang berarti tata cara pergaulan yang baik antara sesama menusia. Sementara itu etika, berasal dari bahasa Latin, berarti falsafah moral dan merupakan cara hidup yang benar dilihat dari sudut budaya, susila, dan agama. Mempraktikkan bisnis dengan etiket berarti mempraktikkan tata cara bisnis yang sopan dan santun sehingga kehidupan bisnis menyenangkan karena saling menghormati. Etiket berbisnis diterapkan pada sikap kehidupan berkantor, sikap menghadapi rekan-rekan bisnis, dan sikap di mana kita tergabung dalam organisasi. Itu berupa senyum, sebagai apresiasi yang tulus dan terima kasih, tidak menyalah gunakan kedudukan, kekayaan, tidak lekas tersinggung, kontrol diri, toleran, dan tidak memotong pembicaraan orang lain.
Dengan kata lain, etiket bisnis itu memelihara suasana yang menyenangkan, menimbulkan rasa saling menghargai, meningkatkan efisiensi kerja, dan meningkatkan citra pribadi dan perusahaan. Berbisnis dengan etika bisnis adalah menerapkan aturan-aturan umum mengenai etika pada perilaku bisnis. Etika bisnis menyangkut moral, kontak sosial, hak-hak dan kewajiban, prinsip-prinsip dan aturan-aturan.
Etika bisnis sangat penting karena diperlukan untuk mencapai kesuksesan jangka panjang dalam sebuah bisnis. Terutama dalam era kompetisi yang ketat sekarang ini, reputasi perusahaan yang baik yang dilandasi oleh etika bisnis merupakan sebuah keuntungan yang kompetitif yang sulit ditiru. Namun kini untuk menjaga etika agar dapat terlihat baik bukanlah perkara yang mudah.
Berikut ini adalah contoh kasus bisnis yang tidak beretika yang dialami oleh seorang nasabah di sebuah Bank X, dimana nasabah tersebut mengeluhkan ketidak beretikaan Bank tempat nasabah tersebut menyimpan assetnya dengan menuliskan keluhannya di suarapembaca.detik
Hampir Enam Bulan Tidak Pernah Terima email Tagihan Citibank
Jakarta – Tagihan kartu kredit X Bank saya selama ini dikirim langsung ke alamat kantor di Jl Jenderal Sudirman Pekanbaru. Namun, mungkin untuk menghemat biaya petugas X Bank via telepon menyarankan kepada saya agar tagihan dikirim dalam bentuk email ke email saya.

Namun, sudah hampir enam bulan saya tidak pernah menerima email dari X Bank. Saya hanya ditagih melalui telepon saja sehingga saya tidak tahu berapa sisa kewajiban kartu kredit X Bank saya.Sementara saya secara rutin membayar tagihan tersebut.

Saya mohon pihak X Bank memperhatikan keluhan saya ini. Karena, saya sudah bosan meminta agar tagihan saya dikirim kembali dalam bentuk surat tertulis. Terima kasih atas perhatiannya.

Kesimpulan
Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa Bank X tersebut sangat tidak mengutamakan dan memperhatikan kepentingan dan kenyamanan para nasabahnya, dapat terlihat bahwa hampir 6 bulan nasabah tersebut memohon untuk mendapatkan kepastian mengenai tagihan kartu kredit yang dimilikinya, namun permohonan tersebut tak kunjung diperhatikan oleh pihak Bank. sedangkan kesuksesan sebuah Bank itu sendiri yang paling utama adalah dilihat dari ada tidaknya nasabah. Bank tanpa nasabah ibarat dunia yang tidak didiami oleh manusia. Dan dari pernyataan nasabah tersebut juga dapat terlihat bahwa etika bisnis yang digunakan oleh bank tersebut masih sangat kurang. Karna seperti yang telah dijelaskan sebelumnya diatas etiket bisnis itu memelihara suasana yang menyenangkan, menimbulkan rasa saling menghargai, meningkatkan efisiensi kerja, dan meningkatkan citra pribadi dan perusahaan. Namun Bank tersebut tidak mencerminkan hal yang demikian.

Saran
Sebaiknya Bank X tersebut lebih memperbaiki hubungannya dengan para nasabah mengenai masalah apapun, agar citra dari Bank tersebut baik dimata nasabahnya. Agar hal yang mengecewakan nasabah tidak terulang kembali. sehingga Bank tersebut dapat memiliki etika yang baik.

http://suarapembaca.detik.com/read/2010/03/24/175510/1324675/283/hampir-enam-bulan-tidak-pernah-terima-email-tagihan-citibank
http://p21din.blog.com/2011/10/12/bisnis-tidak-beretika/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s